Simulasi Cicilan KUR BRI 2026 Lengkap Beserta Cara Mengajukan Pinjaman

Rabu, 25 Februari 2026 | 11:33:47 WIB
Simulasi Cicilan KUR BRI 2026 Lengkap Beserta Cara Mengajukan Pinjaman

JAKARTA - Bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), memahami simulasi cicilan sebelum mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI 2026 sangat penting.

Tidak sekadar angka, simulasi membantu perencanaan keuangan agar setiap pembayaran bulanan tidak membebani operasional usaha. Banyak calon debitur bertanya, “Berapa sebenarnya cicilan jika meminjam Rp10 juta, Rp50 juta, atau Rp100 juta?” Informasi ini akan menjadi panduan praktis bagi pelaku usaha yang ingin memanfaatkan program KUR BRI 2026.

Dengan bunga efektif rendah sekitar 6% per tahun, KUR BRI menawarkan pinjaman dengan cicilan ringan. Besarnya cicilan sangat dipengaruhi oleh jumlah pinjaman, tenor, serta kondisi usaha masing-masing pemohon. 

Tenor yang tersedia mulai dari 12 hingga maksimal 60 bulan, sehingga UMKM bisa memilih durasi yang sesuai kemampuan. Simulasi ini juga memberikan gambaran realistis mengenai perencanaan arus kas dan strategi pembayaran.

Memahami Simulasi Cicilan KUR BRI

Simulasi cicilan membantu calon peminjam merencanakan keuangan dengan lebih baik. Misalnya, untuk pinjaman Rp10 juta, cicilan per bulan akan bervariasi sesuai tenor: 

12 bulan sekitar Rp860 ribu–Rp920 ribu per bulan, sedangkan tenor 24 bulan turun menjadi sekitar Rp450 ribu–Rp480 ribu. 

Untuk pinjaman Rp25 juta, tenor 24 bulan menghasilkan cicilan Rp1,15 juta–Rp1,25 juta per bulan, sementara tenor 36 bulan bisa turun menjadi Rp800 ribu–Rp880 ribu.

Untuk pinjaman yang lebih besar, seperti Rp50 juta, tenor 36 bulan menghasilkan cicilan sekitar Rp1,55 juta–Rp1,70 juta, dan tenor 48 bulan turun menjadi Rp1,30 juta–Rp1,45 juta per bulan. 

Pinjaman Rp100 juta dengan tenor 48 bulan menghasilkan cicilan Rp2,60 juta–Rp2,80 juta, dan tenor 60 bulan turun menjadi Rp2,10 juta–Rp2,30 juta. Angka ini bersifat estimasi dan dapat berubah tergantung kebijakan bank, biaya administrasi, dan skor kelayakan usaha.

Simulasi ini memudahkan pelaku usaha menilai kemampuan membayar. Semakin panjang tenor, cicilan per bulan lebih ringan, tetapi total bunga yang dibayarkan meningkat. Sebaliknya, tenor pendek membuat cicilan lebih tinggi, namun beban bunga lebih rendah dan pinjaman cepat lunas.

Faktor yang Mempengaruhi Besaran Cicilan

Cicilan KUR BRI tidak hanya bergantung pada jumlah pinjaman dan tenor, tetapi juga beberapa faktor lain. Status usaha dan bukti omzet menjadi pertimbangan utama bank dalam menyetujui kredit. Usaha yang stabil lebih mudah mendapatkan persetujuan, sedangkan usaha baru harus melengkapi dokumen tambahan.

Dokumen yang dibutuhkan meliputi surat izin usaha, Nomor Induk Berusaha (NIB), dan bukti kegiatan usaha seperti foto atau catatan transaksi. 

Skor kredit debitur juga menjadi pertimbangan bank untuk menentukan risiko. Rekam jejak keuangan yang baik dapat menghasilkan persetujuan lebih cepat dan cicilan yang lebih ringan.

Dengan mempersiapkan data usaha secara lengkap, calon peminjam dapat memperoleh simulasi cicilan yang realistis dan sesuai kemampuan finansial usaha. Hal ini penting agar pelaku UMKM dapat fokus pada pengembangan usaha tanpa terganggu oleh beban cicilan yang membebani operasional.

Cara Mengajukan KUR BRI 2026

Pengajuan KUR BRI bisa dilakukan melalui dua cara: online dan offline. Untuk pengajuan online, pelaku usaha bisa mengunjungi website resmi BRI di bagian produk pinjaman bisnis. 

Setelah memilih menu KUR, calon debitur dapat mengisi formulir dan melampirkan dokumen persyaratan yang diperlukan, kemudian menunggu proses evaluasi kelayakan usaha.

Sementara itu, pengajuan offline dapat dilakukan langsung di kantor cabang BRI. Calon debitur bertemu petugas dan menyerahkan dokumen persyaratan. Petugas akan membantu proses pengisian formulir dan melakukan verifikasi data. Setelah disetujui, dana pinjaman akan dicairkan ke rekening nasabah.

KUR BRI 2026 dirancang untuk mempermudah akses modal bagi UMKM. Proses yang transparan dan bunga rendah menjadikan program ini menarik, terutama bagi usaha produktif yang membutuhkan tambahan modal untuk ekspansi atau menstabilkan arus kas.

Tabel Angsuran KUR BRI

Memahami tabel angsuran menjadi kunci agar pelaku UMKM dapat menyesuaikan kemampuan membayar. Berikut simulasi cicilan bulanan untuk pinjaman Rp50 juta dan Rp100 juta:

Pinjaman Rp50 juta, tenor 36 bulan ? cicilan sekitar Rp1,55 juta–Rp1,70 juta

Pinjaman Rp50 juta, tenor 48 bulan ? cicilan Rp1,30 juta–Rp1,45 juta

Pinjaman Rp100 juta, tenor 48 bulan ? cicilan Rp2,60 juta–Rp2,80 juta

Pinjaman Rp100 juta, tenor 60 bulan ? cicilan Rp2,10 juta–Rp2,30 juta

Tabel angsuran membantu debitur merencanakan pengeluaran bulanan dan memastikan bahwa pembayaran cicilan tidak membebani keuangan usaha. Semakin panjang tenor, cicilan ringan, tetapi total bunga lebih tinggi; sebaliknya, tenor pendek lebih berat, tetapi total bunga lebih hemat.

Tips Mengoptimalkan Penggunaan KUR BRI

Memanfaatkan KUR BRI secara efektif membutuhkan perencanaan. Pertama, sesuaikan jumlah pinjaman dengan kebutuhan modal usaha dan kemampuan membayar. Kedua, pilih tenor yang seimbang antara beban bulanan dan total bunga. Tenor panjang cocok bagi pelaku usaha dengan arus kas terbatas, sedangkan tenor pendek ideal bagi yang mampu membayar lebih cepat.

Ketiga, lengkapi dokumen secara lengkap agar proses pengajuan berjalan lancar. Keempat, manfaatkan simulasi cicilan untuk memantau kemampuan membayar setiap bulan. 

Dengan persiapan matang, program KUR BRI dapat menjadi dorongan signifikan untuk pengembangan UMKM, menambah modal kerja, dan meningkatkan produktivitas.

Secara keseluruhan, KUR BRI 2026 menawarkan solusi pembiayaan yang terjangkau dan fleksibel. Simulasi cicilan menjadi panduan penting bagi pelaku usaha agar pinjaman dapat dikelola dengan bijak. 

Dengan memahami simulasi cicilan, faktor yang memengaruhi, cara pengajuan, serta tabel angsuran, UMKM dapat merencanakan strategi keuangan lebih baik dan memaksimalkan manfaat dari program KUR BRI.

Terkini